Menulis Novel dalam 100 Hari. How?

Oleh Jia Effendie

Oke, saya tidak yakin saya bisa melakukannya. Napas saya pendek untuk menulis novel, seperti yang sudah sering sekali saya katakan — sebagai pembelaan diri, atas ketidakmampuan saya nulis panjang-panjang. Padahal sebenarnya mungkin saya cuma malas aja. Tetapi, tips-tips dari website ini, sepertinya layak dicoba.  Dan saya akan membaginya dengan kalian semua. Tips ini disarikan dari tulisan John Coyne, tidak tahu siapa. Cuma seseorang yang tak sengaja saya temui lewat bantuan google.

Oke,  here we go!

Katanya, apa yang kita butuhkan untuk menulis novel adalah: bisa menulis. Maksudnya, menulis dengan sederhana. Bisa membuat kalimat. Semua orang bisa jadi penulis? Iya nggak sih?

Lalu, hal selanjutnya adalah menimba ide dari sumur emosi kita. Menurut saya, IDE ITU ADA DI MANA-MANA. Just pick one. Pilih satu. Mulailah dengan emosi murni, lalu tuliskan.

Nah, ayo kita mulai!

Hari pertama.  Niat. Kamu berjanji pada dirimu sendiri kalau kamu akan melakukannya. Kamu akan menulis novel. Dalam waktu 100 hari. Dan kamu akan mewujudkannya.

Hari kedua. Cari waktu yang spesifik untuk menulis. Disiplin. Tentukan waktunya. Misalnya setiap jam sembilan malam. Selama 1 jam. Disiplin. Tulis apa pun. Kalahkan kemalasanmu! (ya, kalahkan kemalasanmu, Jia!)

Hari ketiga. Tentukan apa yang akan kamu tulis. Tulislah, mungkin belum menampakkan bentuknya, biarkan detail-detail itu belum dimasukkan. Pokoknya tulis dulu. Kan selalu ada waktu untuk menyunting.

Keempat. Tulislah hal yang paling kamu sukai. Paling dekat denganmu. Hal-hal yang ada disekelilingmu. Hal-hal yang paling kamu ketahui.

Kelima. Tak peduli buku apa pun yang akan kau tulis, tak ada aturan lain selain ceritamu haruslah sangat, sangat, sangat menarik. Bisa saja ceritamu itu menyenangkan, menakutkan, lucu, atau sedih, tetapi ceritamu tidak boleh membuat pembaca bosan.

Keenam. Lakukan analisis dan belajarlah. Ambil novel favoritmu yang tipenya sama dengan apa yang kamu tulis. Pelajari. Penggallah cerita itu dalam beberapa bagian. Bagaimana polanya? Apa yang membuatnya menarik? Lalu, garisbawahi pola itu.

Ketujuh. Berpikirlah sesederhana mungkin. Maksudnya, jangan berharap kalau kamu akan menulis sebuah masterpiece. Kalau kamu akan menulis sesuatu yang paling hebat di muka bumi ini. Cukup pikirkan hal yang sederhana. Carilah ke dalam jiwamu, sebuah cerita sederhana yang punya arti sangat besar bagimu. Misalnya tentang sebuah sepatu. Sepasang sepatu cantik yang kauidam-idamkan, yang kau begitu susah payah mencoba mendapatkannya tetapi tidak berhasil. Tetapi tiba-tiba, sepatu itu muncul di hadapanmu, di dalam sebuah kotak berpita. Hadiah dari kekasihmu.

Kedelapan. Meniru bisa membawa kita ke dalam originalitas. Saya mulai menulis dengan meniru. Saya meniru penulis favorit saya. Saya terus menulis, terus belajar hingga akhirnya menemukan gaya saya sendiri. Coba deh lihat cerpen saya yang judulnya Perkara Mengirim Senja. Sangat Seno Gumira Aji, bukan?  Tapi kamu tetep harus ingat. Meniru bukan berarti memplagiat. Kamu tetap harus menulisnya dari pengalamanmu sendiri. Dan sebagai pembelaan diri. Perkara Mengirim Senja itu asli curhat colongan!  Jadi ga bener-bener niru, kan?

Kesembilan. Jangan takut untuk menulis adegan atau sesuatu yang tidak mengarah ke mana pun. Tulis saja, lalu sisihkan. Mungkin nanti kau akan membutuhkannya. Kalau kamu tidak menuliskannya, kamu akan lupa.

Kesepuluh. Walaupun tadi saya bilang tentang tulislah hal yang paling kamu ketahui, tidak berarti kamu harus melulu menulis tentang hal yang kamu tahu. Buka cakrawala. Kau bisa menulis tentang apa pun. Penulis Memoirs of Geisha, tidak pernah jadi geisha untuk menulis buku itu. Haha, ya iyalah, emangnya penulisnya cewek? Riset! Banyak-banyak baca! Bacaanmu akan membantumu mengembangkan cakrawala berpikirmu.

Nah, sepuluh hari sudah saya tuliskan. Sudah siap untuk mulai menulis? Saya akan meneruskan hari kesebelas dan selanjutnya, besok. Atau kapan-kapan. Iya deh besok. Ah, labil deh.


About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 40 other followers

%d bloggers like this: