HERMES CAFE #10 : Perempuan Bersasak Tinggi Itu Mantan Istriku

SuperStock_255-11259B

Perempuan itu Tiara, namanya, lengkapnya Tiara SukaOlenikus Bangetus. Mantan istriku. Kami berpisah tahun lalu saat Diandra dan Sultan baru berumur 1 dan 2 tahun. Aku mengenalnya 10 tahun lalu dan baru ku nikahi 7 tahun setelahnya.

Waktu itu bisnis cafe yang dirintis Tiara tanpa hati mulai ramai dikunjungi orang-orang. Padahal bukannya orang lebih banyak suka dengan kopi dengan lingkaran warna hijau..? bahkan buku sejarahnya saja menjadi bacaan wajib orang2 marketing..?

Tiara mengawali bisnis cafe saat anak2 kami masih amat sangat membutuhkan perhatian seorang ibu, tapi justru Tiara menghabiskan waktunya di luar rumah, bersama kepercayaannya dan para staf nya demi Hermes Cafe yang menawarkan kopi jawa itu. Aku heran, padahal Tiara enggak suka kopi dan cafe semacam itu identik dengan rokok, bahkan asapnya saja Tiara tidak tahan..

Perceraianku berawal dari pertengkaran2 kecil hingga di setiap kepulanganku dari kantor, tidak pernah lagi Tiara menyambutku di pintu rumah.. Dengan jabatanku sebagai komisaris salah satu perusahaan minyak di negeri ini, aku rasa Tiara tidak perlu lagi bekerja. Cukup Tiara mengasuh dan membesarkan Diandra dan Sultan.

Tapi ternyata itu tidak cukup. Tiara membutuhkan ruang gerak yang lebih dari sekedar rumah berlantai 2 dengan luas 1 hektar, garasi berisi 2 mobil kesayangannya dan pembantu yang khusus melayani kebutuhannya sehari2.

Ingatanku melayang pada masa2 kami berpacaran dulu. Tiara termasuk gadis favorit di kampus, kami satu kampus tapi beda fakultas. Siapa yang tidak kenal Tiara, sampai sudut kampus mana pun mengenalnya. Tiara gadis yang supel, energik dan aktif. Akalnya banyak, cerdik tapi tidak licik, hingga dia dinobatkan menjadi gadis kampus pada saat dia masih di semester 3.

**

Baru saja aku mengirimnya sebuah email yang akhir2 ini mulai lagi menjadi kebiasaan seperti kami berpacaran dulu. Kirim email tak henti sepanjang hari, cerita apa saja, bahkan sampai hal-hal yang tidak penting. Aku lebih banyak bercerita ttg Diandra dan Sultan, yang masih saja mencari Bunda nya kenapa tidak pernah pulang.

Aku sudah menunggu balasan emailnya selama 2 jam lebih, tapi blueberry ku tak kunjung berbunyi. Sibuk kah..? atau email ku belum di bacanya..? Ah tak mungkin, aku yakin benar, dia tidak pernah melewatkan 1 email pun dari aku.

Zong!
Bbm dari Tiara
Bang, Aku udah terima emailmu, tapi belum sempat balas. Bentar ya, aku lagi ada tamu. Pusing niy mikirin perpanjangan ijin cafe Hermes

Aku balas
It’s ok, take your time Gengsi, itu nama depanku, padahal aku udah nunggu dari tadi balasan emailnya, Entah kenapa akhir-akhir ini aku merasa kembali dekat dengan Tiara. Apakah karena aku merasakan keletihan dan ketakutan di email2nya..? apakah karena aku sebagai lelaki merasa dibutuhkan kembali oleh seorang Tiara..?

Zong!
Bang, gimana kabar anak2? Kapan bisa diantar kerumah? Rupanya sudah pulang tamu nya

Antar ke rumah..? wah kapan ya, padahal wiken ini aku sudah janji dengan Eva untuk mengenalkannya kepada anak2. Eva adalah calon yang dikenalkan ibuku. Menurut ibuku, aku tak baik lama2 menyandang status duda, kasihan anak2, begitu alasan ibuku.

Tiara, wiken ini anak2 mau berenang, aku rasa minggu depan baru bisa aku antar ke rumahmu
Belum saat nya aku membicarakan nama Eva di sini.

Ok Bang, aku tunggu minggu depan. Kebetulan, kalau anak2 tidak jadi ke rumah, aku mau ke Bangkok, ajak Cafe Hermes Team untuk jalan-jalan ke sana. Kasihan mereka sudah mati2an bekerja utk cafe Hermes. Aku sebagai manager mereka,rasanya saat ini saat yang tepat utk kasih reward kepada mereka

Hati2 ya kamu Tiara, apalagi membawa tim mu aku merasa ada nada tidak yakin di sana

Tenang bang, kamu tahu aku kan? jawab Tiara mantab, benar kan, aku salah jika mengkhawatirkannya. Jelas saja, aku tahu kamu Tiara, kemandirianmu sempat membuatku ciut.

Udahan dulu ya Bang, nanti malam aku balas emailmu. Banyak yang ingin aku ceritakan padamu. Salam untuk anak2 ya

Belum sempat aku balas, id bbm nya sudah off.
Sejak kapan dia mematikan orangeberry nya..? Ini kan baru jam 17:00. ah sudah lah, mgkn dia akan sibuk malam ini.

**

Knock knock
Pintu ruang kerjaku terbuka perlahan.

“Boss, mau gabung dengan kita?” Salah satu kepercayaanku masuk ke ruangan, siap untuk hang out malam ini, Oh ya ini kan Jumat malam ya.

“Mau kemana kamu?” Tanyaku pura2 tak peduli

“Biasa, ada tempat baru niy boss.. katanya siy oke punya deh” katanya sambil mengedipkan mata penuh arti

“pemiliknya juga ok. Seru deh boss. Mau ikut gak..?”tambahnya sambil memainkan kunci mobil sport nya yang baru

“kasih tahu saja alamatnya, nanti aku menyusul.. “ jawabku masih dgn sikap sok tak peduli

“Ok boss, nanti gw bbm yaa”. Dia melangkah keluar dan menutup pintu

Ah Tiara, email-emailmu membuatku bingung. Tapi tak ada salahnya jika aku mencoba untuk ikut kepercayaanku melewatkan malam ini, Café apa tadi namanya..? Aku lupa atau dia belum menyebutkan namanya..?

Aku menutup pintu ruang kerjaku dan memutuskan menyusul kepercayaannku

=========================================================

By :  Mutiara Hidayat (Tiara Yang Suka Oranye)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: