HERMES CAFE #14 : Jealous!!

blood
Ingin kubunuh pacarmu
Saat dia peluk tubuh indahmu
Di depan teman-temanku
Makan hati jadinya..

(AKU CEMBURU – Dewa)

Seperti biasa, aku biasa menghabiskan waktuku bersama gank kecimpring di HERMES CAFE.

Asiah. Baru menemukan seseorang yang mengisi kekosongan hatinya, si Asyharul alias Djawa.

Luckty. Tinggal menghitung hari akan menyatu dengan belahan jiwanya.

Pia. Biasa disebut Bakpia adalah yang paling lugu karena paling muda diantara kami. Seminggu ini sibuk OSPEK, sebuah ritual perpeloncoan yang tidak jelas, alih-alih para senior ingin mengeksiskan diri di hadapan para juniornya, untung-untung bisa menggaet junior yang paling cantik. Tak disangka, salah satu senior yang menyebalkan itu adalah Alvin si waiter training di Hermes Cafe ini.

Galuh. Dia memang masih sendiri. Tapi, dilihat dari bahasa tubuhnya dia condong menatap seorang lelaki di meja seberang, yang telah menghabiskan bergelas-gelas kopi hitam. Entah kenapa, aku merasa ada ikatan benang merah diantara mereka.

Astrid. Dari tadi belum datang jua. Pasti dia nungguin jemputannya si tukang ojek. Eh, pacarnya yang pelukis itu.

Dudu. Dimana ada Dudu, disitu ada aku. Tapi untuk misi ini tidak. Justru dia tidak boleh tahu misi ini.

Alvin, si writer training menghampiri kami.

“hot jasmine tea”

“hot capuccino”

“vanila latte 2”

“cold frappe”

“ice lemon tea”

“hot chocolate”

seharusnya tanpa bertanya pada kami, dia sudah tahu menu apa yang akan kami pesan. Dia kan sudah 6 hari di sini. Oh, mau basa-basi. Tampaknya dia memegang kertas yang sedikit kumal.

“misi..ini ada pesan dari Mas yang di sana..”

Drrt..drrt..drrt..

Hapeku bergetar, sms masuk. Mbak Tiara.

“Gmn?? Beres dkti Luckty?? Wkt qt mepet!”

Mending aku telpon aja mbak Tiara. Si Alvin sudah tak kuhiraukan. Biarlah anggota gank kecimpring lainnya yang meladeninya. Galuh tampak kelihatan paling bersemangat.

“guys, aku ke toilet bentar ya!”

Astrid baru terlihat di depan pintu Hermes Cafe. Aku melambaikan tangan padanya dan tersenyum sambil menunjuk ke arah toilet.

Aman. Pikirku sesampai di toilet. “haloo..mbak Tiara?”

“gimana Emmy?”

“urusan Luckty gampang mbak, dia lagi sibuk nyiapin pernikahannya. Tinggal nunggu waktu yang tepat. Tapi..ada sedikit masalah mbak..”

“apa??”, mbak Tiara diseberang sana meninggikan tempo suaranya.

“ehmm..ini tentang Chicko. Dia udah gak mau ikut campur masalah ini”

“gimana sih kamu ini!! Jadi pacarnya kok gak becus!”

aku membayangkan sasak tingginya. Ow em ji!!

“ii..iya mbak, aku suruh dia pura-pura jadi pacarnya Tasya malah dia justru suka beneran ke artis itu. Aku digantungin..”, jawabku sambil menahan isak. Kulihat di cermin, mataku sudah berkaca-kaca.

Jawaban mbak Tiara makin meninggi, “masalah percintaan kamu dengan Chicko bukan urusan saya. Yang penting, urusan ini beres sebelum pernikahan Luckty. Mengerti, Emmy?!”

“iya mbak, saya akan berusaha..”, aku menjawab memelas.

Kututup handphoneku. Aku tak kuasa menahan tangis.

Mungkin memang nasibku yang selalu menunggu untuk jadi yang pertama Mungkin kukatakan kepadanya saja

Bahwa aku juga milikmu

Bahwa aku juga u u u
Bahwa aku juga kekasih hatimu
Meskipun aku pacar rahasiamu
Meskipun aku selalu yang kedua
Tapi aku manusia
Yang mudah sakit hatinya..

(AKU CEMBURU – Dewa)

Jeglek!!

Tampak seorang perempuan keluar dari salah satu toilet.

Aku buru-buru menyeka air mataku. Memperbaiki make-upku. Maskaraku sedikit luntur.

“arghh..”, aku sangat terkejut menatap perempuan itu.

“mbak menur??”, tanyaku sedikit menutupi kegugupan.

“mbak emmy, ga papa?”, tanyanya sedikit khawatir melihat bekas air mataku.

“ee..enggak papa, mbak Menur. Aku ke depan ya!”, aku tersenyum sambil buru-buru keluar dari toilet. Panik. Mampus. Mbak Menur denger percakapanku ma Mbak Tiara tadi ga ya?!? Haduh, bisa gawat ini.

Aku kembali menuju gank kecimpringku. Mereka tampak sibuk. Sepertinya pada asyik dengan kertas yang di bawa Alvin tadi. Untungnya, jadi mereka tidak memperhatikan raut mukaku.

Loh..loh..ada apa ini?? Mereka mengajakku ke meja seberang yang terisi laki-laki pecandu kopi hitam itu, tapi ke mana dia? Sekarang di meja itu terdapat seorang laki-laki berbandana, kemudian laki-laki bergaya sales dan Djawa, pacar Asiah yang juga partnerku dalam misi ini.

==================================

Written By : Luckty Giyan Sukarno

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: