HERMES CAFE #2: SKIP , IGNORE, and Toss!

Talking_by_matteatona

‘Asiah, kenapa lo?’
‘Jangan bilang lo patah hati lagi ya?’

Kutatap layar BBku, pesan singkat dari Emmy,salah satu karibku

Ding!
Kali ini YM-ku berbunyi, kutatap monitorku
<galoeh11> R u ok asiah?
Mmm…dua kalimat tanya yang beda struktur.

Belum lagi kubalas, 2 notification muncul dari pojok kanan bawah monitorku
Ow,
Dwi Fitriyani
Ada apa dengan status lo???
1 minutes ago
Pia Zakiyah
Iya teh, ada apa????
2 minutes ago

Belum lagi menarik nafas, 1 message received
Luckty:Asiah, life must go on sist…

Fyuh terimakasih Tuhan kau masih memberikan mereka disekelilingku
Ini tepat 1 tahun aku tidak lagi berbagi CINTA dengan seseorang
Yah, menyedihkan…

‘Jam 5 teng, Hermes Café gurls…cya ‘
Aku mengirimkan pesan singkat kepada mereka semua termasuk Astrid.

*
Aku selalu menyempatkan melihat-lihat majalah di kios depan Hermes Café. Baru lima menit aku sudah dikagetkan kedatangan mereka secara serentak. Tetap ceria seakan mereka berusaha membahagiakan aku sebelum aku bercerita.

Kami pun memasuki Hermes Café segera.
Yah mungkin sedikit berisik dan ramai, kami memang begitu setiap bertemu, akupun berusaha tetap ceria di depan mereka.
Kami selalu menikmati suasana di café yang bergaya Art deco tempo dulu ini.
Tapi nampaknya disudut sana kutangkap wajah yang tidak begitu suka dengan kehadiranku dan teman-teman.
Dasar lelaki, kalau kau ingin mencari ketenangan, pergi saja ke kutub utara!
Ah lupakan, tidak penting.
Sekilas kulihat, dia nampak menunggu seseorang , banyak cangkir di depannya dan dia sendiri. Terlalu banyak kopi yang dia habiskan, selamat menunggu lelaki!

Menuju ke meja yang biasa kami duduki masih tertawa dan membahas cerita-cerita yang belum tebagi satu pekan ini.
Kami sudah menempati kursi masing-masing.
Kami punya sudut pandang sendiri-sendiri untuk menikmati café dan seisinya. SEISINYA !
Termasuk lalu lalang mahkluk MARS atau yang duduk seorang diri seperti dia yang sudah mabok kopi itu kurasa.
Yah, Café ini saksi bisu semua cerita kami. Semua.

*

“AKu hanya ingin melewati sore ini dengan kalian”
AKu membuka pembicaraan
Mereka terdiam, tawa dan keceriaan disaat bertemu di halaman depan sampai dengan duduk sekejap menjadi hening.
“Aku akan jelaskan ada apa dengan aku hari ini”
Mereka masih menatapku. Diam.
Aku ingin sekali menangis sebenarnya….tapi….
“Sore mbak-mbak semua….”
DANG!
“Silahkan ini menunya. Menu andalan kami adalah kopi jawa. Kopi Jawa merupakan kopi terbaik di dunia lho mbak-mbak…Ada yang tahu kenapa?Karena Curah hujan dan tingkat keasaman tanah di Pulau Jawa sangat cocok untuk budidaya kopi, bahkan jauh lebih baik dari kopi Amerika Latin dan Afrika. Makanya sistem budidaya kopi dan teh dipertahankan dalam saat pemerintahan kolonial Hindia Belanda….”
Kulirik atas saku kemeja waitress berpakaian hitam putih ini kubaca baik-baik ALVIN-TRAINEE.Fyuh, tak heran dia sangat antusias. dan tak mengenal kami yang sudah familiar sekali dengan café ini dan seisinya!
Dan dia masih menjelaskan keunggulan kopi jawa, biji kopinya, masa panennya, mengolahnya dan sebagainya.
“Cukup mas,”
Aku terpaksa memotongnya
“Kita sudah tau apa yang ingin kita pesan, aku Hot Jasmine Tea”
“Hot Capuccino”
“Vanilla latte 2″
“Cold Frappe”
“Ice Lemon Tea”
“Hot Chocolate”
Mas yang tadinya berkicau sekarang hanya terdiam sambil mencatat, karena kami selalu memesan seperti ini tanpa dikomando.
“Ada lagi mbak?”
Dan semua mengagnkat tangan tanda TIDAK padanya
Mas Alvin pun beringsut meninggalkan meja kami

“Bok, bok…”
Astrid tiba-tiba bersuara
“Arah jam enam gue lumayan lucu!”
Serentak kami melirik ke arah yang dimaksud
Oh may God! Lelaki yang mabok kopi itu yang Astrid maksud?
“Astrid..kayanya bukan waktunya kita membahas ituh deh…” Galuh mencoba mengembalikan ke topik awal berkumpul.
“Oups…gue salah ya?Ada apa sih??”
Yeah Astrid satu-satunya yang tidak merespon bunyi status FBku hari ini.
“Well, kalau arah jam 6 ituh tragis rasanya dia, lihat deh, sendiri, dan kopi yang dihabiskan banyak sekali! SKIP and IGNORE it, please!” Aku coba memaparkan yang kulihat saat pertama masuk kedalam ruangan ini.
“Yeah…”, mereka serentak bersuara mengiyakan
“Tapi dia sudah GR kayanya, senyum-senyum nggak jelas…”
HAHAHAHAHAAH sontak semua tertawa dengar celetukan Pia

Aku pun tertawa… Tuhan, aku tidak pantas meratapi kesedihan aku atas hari ini.
Aku harusnya tertawa seperti ini selamanya.
Aku tidak ingin lemah! TIDAK!
Pikiranku terus meneriakkan kalimat-kalimat optimis!
ASIAH, kamu Perempuan Tegar!
Kamu tidak LEMAH!
ASIAH!
Lanjutkan Hidupmu!
Jangan buang waktumu untuk mengenang hari ini setahun yang lalu!
Raih CINTA baru!!!
Raih RASA BARU!!!

Ya, aku tidak akan membahas itu sore ini, aku hanya ingin tertawa bersama teman-teman tercintaku!
Aku pun tersenyum
“Asiah! Kok lo senyum-senyum sendiri”
Ups aku melewatkan apa ya? Dudu membangunkanku dari bayangan teriakan-teriakan optimisku.
“Asiah, jangan lo bilang yang tadi SKIP for IGNORE jadi PENDING ye???”
Galuh jahil menggodaku
What?
Jadi sedari tadi mereka masih asik dengan lelaki mabok kopi itu??
“HAHAHAHAH” aku tertawa, “gurls…gue cintaaaaa banget ma lo lo semua!!!”
Mereka bengong menatapku
“Yang lu kudu SKIP and IGNORE adalah status FB gue, OKE??!!! Sekarang kita pindah tempat saja! Gue pengen bukan cuma membaca papan namanya, tapi gue mo menyentuh tangannya!”
“Maxud lo?”tanya emmy mencoba memastikan
“PATUNG HERMES! Ayo!Kita kesana!!! Lupain pesenan minum tadi, semua gue yang bayar! “
AKu berkemas, sementara mereka masih setengah tidak yakin atas yang kuucapkan dan ikut bergegas juga.

*
Menuju Kasir sebelum meninggalkan cafe.
Mereka berjalan duluan didepanku sambil tertawa-tawa
Aku sedikit berjarak,
Ya aku penasaran dengan lelaki yang kami bahas tadi.
Aku mengamati mulai beranjak dari meja hingga akhirnya melewati si lelaki mabok kopi yang ternyata sudah tidak sendiri.

Mmm…akhirnya teman dia datang jugah. Yang satu kurus dengan scarf di kepalanya, mirip yang belakangan suka muncul di TV, ya mirip Limbadnya The Master. Satu lagi lebih tepat seperti sales.
Boys business, paling tidak jauh-jauh dari DVD Porno atau download-an video porno baru!

“Lagian, Saya lagi butuh diprospek oleh agent Makcomblang Level Marketing yang paling top untuk bisa mendapatkan PACAR, bukan oleh agen MLM air conditioner!”

What??? Mencari Pacar???
Telingaku tiba-tiba menangkap jelas penekanan pada kalimat yang dia ucapkan.
Lelaki mabok kopi ini ternyata menunggu rasa baru juga…
AKu tersenyum, dalam hati aku menjerit *TOSS

*

Sitty Asiah Tepat hari ini, setahun yang lalu dia memintaku untuk bersahabat saja dengan sepi, karena taman lain lebih membuatnya tergiur untuk bermain-main. 3 purnama aku menangis. Selebihnya, cinta berhujanan datang memelukku. posted 6 hours ago

Aku akan ganti status itu segera!

==================================

Written By : Galuh Parantri Pramono

Comments
One Response to “HERMES CAFE #2: SKIP , IGNORE, and Toss!”
  1. FaRah Rizki says:

    baiklah.. baru membaca dua ceritanya sepertinya aku tau kalau aku sudah jatuh cinta sama The Hermes.. ;D

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: