HERMES CAFE #20 : I LOVE HELM!!

Anak-anak jaman sekarang tampak berlomba-lomba membuat gaya rambut afro, melilitkan selendang dilehernya tanpa lupa menyematkan kacamata garis-garis lalu bergoyang getar yang menurutku lebih mirip seperti terkena aliran listrik sambil berteriak “Biarlaaaah, kurela melepasmu….meninggalkan aku”. Halaaaaahhh…TAI BABI!!!

Sampai hari ini aku tidak pernah rela dia pergi, tapi aku laki-laki. Merengek atau mengemis agar dia kembali aku tak akan pernah sudi.
Itu semua sebenarnya hanya samudra serapahku untuk para manusia berjenis kelamin wanita, perempuan, cewe , atau apalah jenisnya yang semua sekarang ingin aku teriaki “PEREK!”.
Bibir mereka hanya bisa berlafaz tentang segala kebusukan laki-laki tanpa mau berkaca pada diri mereka sendiri. Selalu berteriak bahwa kami adalah BUAYA DARAT, tanpa mereka sadar bahwa merekalah RACUN DUNIA (thank to Chancuters untuk kata-kata ini).Saat kami mengejarnya, mereka akan berlagak seperti putri yang sedang mengadakan sayembara untuk memilih pangeran impian. Saat kami semua berperang sampai 1 orang menjadi pemenang setelah membunuh yang lainnya, ternyata si pemenang hanya mendapat jawaban “maaf ya, kamu bukan tipe saya!” Cuuuiiiiiihhh…..
Maka itu sekarang aku lebih memilih untuk “Jomblo”, istilah yang ciptakan para ababil alias ABG labil untuk seseorang yang Profile FB nya nihil akan tulisan “In a relationship”.
In a Relationship?? TAIK….seharusnya Mark Zuckerberg menambahkan kata “In a relation-SHIT” dalam format status website yang mebuatnya menjadi anak muda terkaya seantero dunia. Apa mungkin karena sekarang dia tengah bermandikan dolar-dolar sehingga tak ada kata patah hati untuknya?
Apa cinta dapat dibeli dengan uang?
Tidak, cinta itu suci, cinta itu putih, cinta itu sakral…..What the FUCK???
Lebih baik kembali pada zaman Betharia Sonatha atau Rafika duri, bahkan mereka berduapun telah menangis sejak melafazkan lagu mereka sendiri. Entah terkena pecahan gelas-gelas kaca atau tertusuk namanya sendiri?
Entah

*

Teng Teng Terengteng Teng Teng Terengteng teng teng teng…

“Halo”
“…………….”
“Di Kost an, nape?”
“…………….”
“Kapan?”
“……………”
“Set dah, dadakan amat”
“……………”
“Iya dah iya, ntar gue langsung kesana”

BANGKE!! yang gini-gini nih yang sebenernya gue SELAM TENGAB alias Males Banget.
Kalo ga karena Ibu kost yang badannya se korsi ini pasti akan menggedor pintu kostku untuk menagih iuran, tawaran pemotretan dadakan kaya gini pasti sudah aku pasung mati.
Ini resiko menjadi mahasiswa selama hampir 7 tahun, bila gadis-gadis akan berteriak histeris dengan tunggangan kaki yang melompat-lompat melihat disc 50 persen maka aku sebenarnya lebih seperti lantai yang mereka injak-injak saat berebut sehelai baju. Orang tuaku memberi disc 50 persen untuk biaya sekolahku alias hanya mau membayar setengahnya. Itu bisa kupahami karena uang yang mereka keluarkan cukup besar untuk aku menumpang tidur didalam kelas saat dosen berdongeng.
Dan sekarang, aku harus membatalkan janji dengan sahabatku Ikal dan dedo. Padahal hari ini kami sudah menetapkan sebagai hari “LAKI-LAKI”. Lembar tanggalan dibawah gambar gadis-gadis tanpa busana yang menempel di dinding kamarkupun sudah kulingkari dengan spidol merah

23 JULI : BERTEMU MIYABI

Bagaimana tidak kunantikan hari ini dimana ikal tengah menyulap kamarnya menjadi bioskop mini yang akan memutar 10 keping dvd MIYABI, dan atraksi sulap menyulap ini tanpa bantuan Limbad The master, karena aku yakin ini lebih menarik…..jauh Lebih menarik.

“Kal, dimana?”
“Rumah soooobb. Cepet kemari, ditungguin Miyabi”
“TAII, gue kaga jadi kerumah lo hari ini”
“HAH, kenapa?”
“Gue mestri motret nyet. Tai ah, gedek banget gua!”
“Yaelah, moto apa lo?”
“Pre-wedding apalah gitu”
“Hahahahah, ude….ngapain repot poto-poto?Paling lama 5 taon lagi hasil poto lo udah jadi abu dibakar gara-gara berantem terus cere. Nyape-nyapein aja!”
“Hahahaha….anjing lo emang ya! Gue sih ga perduli mereka mau kawin ke, bunting ke, apa ke, yang penting gue dapet duit. Bentar lagi akhir bulan nyeeett, ibu kos gue si gajah bisa merkosa gue kalo gue ga bayar!”
“Ya ga papalah booss, merem aja!semua lobang rasanya sama. Bayangin Miyabi aja”
“Monyet, ga guna ngemeng sama lo, ngabis-ngabisin pulsa!”
“Makanya pake provider gue, pulsanya murah!”
“Kaga, provider lo menang Luna Maya doang, tapi Xtra Lelet!udah ye, daaaa”

*

Yak inilah jakarta raya, tempat seluruh suku mengadu nasibnya. Berharap kehidupan yang lebih baik, bermimpi menjadi orang kaya, nyatanya hanya menambah angka pengangguran di Jakarta.
Aku memacu Honda Supra hitam lebih kencang, aaaahhh….trotoar kosong nih, naik aaahh.
Keputusanku benar, aku dapat melambai bangga pada kendaraan lain yang sibuk mengantri. Sampai seorang berbaju kuning berada tepat di depan mataku

“Heeeh, minggir dong. Nyawa lo seribu?”
Gadis itu hanya menoleh, memberikan senyum kecut, lalu kembali berjalan normal.
Waaaahh….uler kadut emang nih cewe!!

“Heh, lo orang apa kucing sih?”
gadis itu tetap berjalan ditempatnya semula, tidak mercepat tempo kakinya, juga tidak sedikit merapat keujung trotoar agar supra hitamku dapat melenggang. Kali ini namun tanpa tolehan, semakin membuat kesal bukan?

“Buseeeettt, BUDEK apa GAGAP MBAK?”
Dia tetap tak bergeming……KANCUUUUUUUUTTTT!!!
Kepalaku diselimuti helm hitam yang terpaksa aku beli di pinggir jalan sejak ada kewajiban untuk memakai pelindung kepala bagi pengendara motor, untukku itu adalah peraturan baru yang kubenci. Selain merusak tatanan rambut, hawa panasnya turut serta kedalam otak dan sel-sel darahku, ditambah dengan udara jakarta yang super panas membuat hawa matahari meresap bukan hanya di pori-pori, tapi juga di batinku……

GUE BENCI HEEEEEELLLLMMM!!

Gila nih cewe, bikin hati panas aja siang-siang begini. Aku putuskan untuk meng GAS motorku agar bunyinya dapat membuat venus dihadapanku ini sedikit menaikan irama jantungnya

NGOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOONNNGGG….

Gadis itu terkejut, mengelus dadanya (wow…., seksi juga rupanya)

“Heh kampret!!Punya otak ga sih lo?” katanya sambil menepak kaca helmku. Sedikit terkejut juga aku dengan tindakannya yang agresif.

“Nah eloooo, udah gue suruh minggir kaga minggir-minggir. Budek?”

“Heh, omongan sampah masyarakat kaya lo emang ga akan masuk ke kuping gue!”
aih aih aih….dia bilang gue apa tadi? sampah masyarakat?

“Heh cumi, bengong lagi lo!!yang budek lo apa gue?”

“yaudah kita sama-sama budek. mari tidak saling mengganggu, saya mau lewat nih ya mba, saya buru-buru, bisa geseran dikit ga mba?motor saya mau lewat nih. Boleh ya mba ya…boleh lhooo agak minggir sedikit” kataku dengan nada sok manis.

“Ohh…, lo selain budek ternyata BUTA huruf dan BUTA tata tertib ya? Lo ga liat tuh plang “KHUSUS PEJALAN KAKI” dan ini TROTOAR cumiiii, buat pejalan kaki bukan buat sepeda motor atau sampah masyarakat kaya lo. mau jadi apa bangsa ini kalo penduduknya kaya lo semua. Lo tuh sekolah ga sih? Lo pikir bung Karno ga nagis apa ngeliat warganya ada yang kaya lo lo gini, asli ya…..gue rasa dia bisa bangkit dari kubur cuma buat nyekek manusia-manusia tipe kodok burik kaya lo gini tau gak?”
Buset buset buset….nih cewe cerewet amat ya? Suaranya yang sekeras bunyi klakson kereta api itu dapat menembus tlingaku yang tertutup pekindung kepala a.k.a helm. Aku sepertinya lebih takut bertemu dengannya daripada bertemu hantu Soekarno. Sejak aku memiliki Sim C dalam dompetku, aku tau persis kalau trotoar adalah tempat pejalan kaki, KHUSUS PEJALAN KAKI. Daripada suasana semakin panas, lebih baik aku segera membelokan motorku kembali ke jalan raya dan ikut kembali mengantri. Walau kata-katanya benar, tetap saja aku pergi dengan menginggalkan gerutu-gerutu kecil

“iye…iye…bawel…iye nenek sihir”

*

Akhirnya sampai juga aku ke kota tua, dimana pasangan-pasangan yang ingin diabadikan dalam sebuah Foto yang akan dipamerkan pada hari perkawinannya nanti. Aku langsung memarkir motorku didekat Cafe batavia, salah satu cafe yang menurutku Unik dan Indah, namun menjadi sangat tidak unik dan tidak indah saat bill atau bon datang, Weeeeekkkksss.
Setelah mematikan mesin, membuka helm, jacket serta melap keringat. Tidak lupa aku semprotkan Calvin Klein yang aku beli di pasar baru dengan harga 40 ribu.
Palsu?jelaass…tapi lumayanlah buat kenalan, kan deketnya cuma pas salaman. hahaha…

Oke kini aku setengah berlari diatas converse bututku menuju museum Fatahillah, menyelempang tas kanvas coklat dan tas hitam Canon yang akan menjadi pembidik pasangan yang bisa jadi akan membutuhkan pengacara untuk kasus kekerasan dalam rumah tangga, perceraian, dan harta gono-gini. Huff….telat deh guaaaaa!!!

“Trid, sorry gue telat. tadi ada cew..”
“Udah udah, ngemeng aje lo. Sini gue kenalin dulu sama temen-temen gue” sahabatku Astrid langsung memotong kalimatku dan menarik tanganku menuju gerombolannya.
dan disalah satu dari gerombolan itu,dia…diaaa…… Oh Tidaaaaaaakkk….Nenek sihir ituuuuuuu
“Kenalin semua, ini sahabt gue sekaligus fotographernya. namanya asyahrul, kalo ribet panggi DJAWA aja!”
hadoooohhhhhh……mati guaaaaaaaa!! Namun wanita itu dengan ramah mengulurkan tangannya dengan tambahan bonus bulan sabit di bibirnya

“ASIAH”

*

Dia tidak menyadari siapa aku, Alhamdulilah Ya Allah. Jumat ini saya pasti Sholat Jumat!
Baguslah…..dan karena semua itu, mulai kini “I LOVE HELM!!”

=========================================================

By :  Artasya Sudirman

Comments
4 Responses to “HERMES CAFE #20 : I LOVE HELM!!”
  1. nadiasummer says:

    wakakaka…. kerenn.. hahahahaa helm bukan hanya pelindung kalo ada polisi (razia helm) dan kalo kecelakaan aja.. ternyata bisa untuk menyamarkan wajah! hhaa
    oh iya bisa di pake selingkuh jugaa loh.. selingkuhan kita suru pake helm kalo di jalan.. jdi saat jumpa pacar mereka ga ngenali siapa yg kita bawa hehe

  2. sibair says:

    Hahahaha salut salut sama hermesian keren2 ceritanya😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: