Meluncurkan Mimpi Bersama: Empat Elemen

Ini semua, awalnya hanya mimpi. Rasanya begitu indah saat satu per satu impian kami menjadi kenyataan. Mungkin ini yang dinamakan buah dari kesabaran. Mungkin begini rasanya dicintai begitu banyak orang.

Hari itu Indonesia tertegun oleh muntahan lahar dari gunung Merapi. Televisi seolah tak berhenti menyajikan gambar-gambar yang begitu memilukan. Rumah-rumah hangus terbakar, penduduk yang tak sempat menyelamatkan diri terbujur kaku tertutup abu, hewan-hewan ternak terkapar di jalan-jalan. Menyedihkan. Memilukan. Satu tahun sebelumnya bencana juga terjadi di Sumatera Barat sana. Rasanya sama-sama menyedihkan, rasanya sama-sama memilukan. Berawal dari celetukan Dedo Dpassdpe untuk menggalang dana dengan cara yang berbeda, kami sepakat untuk mengumpulkan tulisan-tulisan dalam bentuk E book dan menjualnya dengan harga minimum Rp. 15.000,- via online. Satu per satu teman-teman memesan e book tersebut, hingga akhirnya sejumlah uang terkumpul dalam satu tahun. Kami putuskan untuk menyerahkan dana tersebut kepada Muhammadiyah yang memang memiliki proyek pembangunan sekolah di Padang. Dengan niatan yang sama, kami kembali mengumpulkan tulisan untuk proyek charity yang kedua. Tak hanya karya Hermesian yang akan kami muat, melanjutkan tradisi mengundang teman-teman Hermesian lainnya untuk ikut menulis dalam proyek E Magazine, Hermes For Charity vol.2 ini-pun kami buka untuk umum. Tak disangka begitu banyak karya indah yang masuk ke redaksi kami, hingga akhirnya editor Astrid Dewi dan Jia Effendie memilih 29 prosa dan puisi pada kompilasi yang kami beri tajuk Empat Elemen ini.

Empat Elemen, Hermesian, and Friends

 

Begitu banyak dukungan kami terima dari teman-teman semuanya, tak berhenti dengan mengirimkan karya saja. Bermula dari diskusi untuk membukukan karya ini, sampai akhirnya Helios Capital dan Yayasan Warna Warni bersedia untuk menyumbangkan dana hingga terwujudlah Empat Elemen versi cetak.

Kami juga sempat kebingungan mencari tempat untuk launching, sampai bertanya dan survei ke banyak tempat untuk kemungkinan mengadakan launching dengan dana se-minim mungkin. Sampai akhirnya seorang sahabat –Mudin Em– yang kami kenal sejak satu tahun yang lalu saat bekerja sama pada acara World Book Day, mengusulkan untuk mengajukan proposal pada Times Book Store. Alhamdulillah, Puji Tuhan proposal kami disambut dengan sangat baik. Times Book Store tak hanya bersedia untuk bekerja sama menjual Empat Elemen di salah satu outlet mereka, tapi juga bersedia mewujudkan acara launching untuk kami. Semua hal dari penyediaan tempat, sound system, sampai konsumsi pengunjung disediakan oleh Times Book Store. Kami hanya tinggal membawa diri dan teman-teman saja. Membuncah sekali rasanya hati ini saat menerima e mail balasan dari mbak Tessa (Times Book Store) tentang sumbangan apa saja yang mereka berikan untuk acara Launching tersebut. Sungguh kami merasa sangat diberkahi. Dengan menggandeng Teddy Andika sebagai MC dan Mudin Em sebagai moderator talkshow kami memohon izin kepada Tuhan untuk terus mencurahkan berkahnya atas kelancaran acara ini.

Sejak pukul sembilan pagi, salah satu Hermesian yang memang bertugas sebagai PJ acara hari itu –Chicko Handoyo Soe– sudah standby di lokasi. Menurut laporan Chicko pada status twitter nya, pintu Pejaten Village bahkan belum dibuka saat itu. Tak berapa lama kemudian satu per satu Hermesian lainnya datang, siap mendapat brief dari Chicko dan standby pada posisi mereka masing-masing. Pihak Times dan Imperial Cakery pun mulai men-set tempat mereka dengan kursi-kursi, sofa dan meja panjang tempat menyajikan snack, teh dan kopi. Mendekati jam 11 –saat di mana acara sudah harus dimulai- satu per satu tamu mulai datang. Beberapa menit setelah jam 11, Teddy Andika mulai membuka acara dengan menggiring pengunjung Pejaten Village untuk ikut merapat di Venue acara kami. Blue Summer juga sudah mulai mempersiapkan peralatan musik mereka. Satu per satu dari Hermesian mulai terlihat saling pandang dan tersenyum lega, berpelukan dan berdoa. This is it… inilah waktunya, Launching yang sudah kami impikan sejak satu tahun yang lalu, saat meluncurkan Hermes For Charity yang pertama. Terus berharap semoga tak ada hambatan berarti sampai acara berakhir.

Acara diawali dengan sambutan-sambutan dari The Hermes dan perwakilan sponsor. Sitty Asiah –wakil dari Hermesian- membuka sambutan dengan mengucap terimakasih untuk semua tamu yang datang juga sponsor yang sudah bersedia membantu untuk mewujudkan proyek ini. Menyusul kemudian Danti dari Helios Capital dan juga Mbak Tessa dari Times Book Store.

 

Blue Summer Music Feat Sitty Asiah dan Pia Zakiyah singing Keeps Coming Back

Lalu Blue Summer Music membuka acara dengan sebuah persembahan lagu yang dinyanyikan oleh Sitty Asiah dan Pia Zakiyah. Lagu yang bertajuk Keeps Coming Back membahana indah di ruangan tersebut. Pengunjung mulai berkumpul di Imperial Cafe dan ikut duduk untuk menyimak acara.

 

Talkshow with Mudin Em, Jia Effendie, Farida Susanty, Sam Darma, and Daniel Prasetyo

Setelah persembahan pertama dari Blue Summer Music, Teddy menyerahkan acara pada Mudin Em untuk memulai talkshow bersama Jia Effendie selaku salah satu Editor Empat Elemen, Farida Susanty dan Sam Darma selaku wakil dari kontributor dan Daniel Prasetyo selaku wakil dari Fiksimini Yogyakarta. Banyak hal kemudian tersampaikan dari talkshow ini, mulai dari proses belakang layar dari Jia Effendie, curhat dari kontributor tentang awal mula mereka mengirimkan karyanya pada kami, sampai penjelasan dari Daniel Prasatyo (Fiksimini Yogyakarta) yang nantinya akan menjadi penyalur dana charity yang terkumpul untuk saudara-saudara di Jawa Tengah yang menjadi korban letusan gunung Merapi. Sesi tanya jawab pun berlangsung tak kalah seru-nya, pertanyaan yang masuk amat beragam, ditambah lagi dengan penyerahan doorprize dari Penerbit Atria, Lingkar Pena, dan mini album dari Blue Summer Music sebagai hadiah untuk beberapa penanya. Meski di pertengahan acara kami harus berpadu volume dengan acara yang berlangsung bersamaan di panggung utama Pejaten Village, semangat pembicara tidak kemudian luntur. Meski tentu saja konsentrasi terpecah, pembicara dengan senyum yang tak pernah hilang dari wajah mereka tetap menjawab pertanyaan-pertanyaan yang datang dari peserta.

 

Games berhadiah Adriana dan Kugenggam Tangannya di Trans Jakarta

Talkshow pun diakhiri dengan games dari Teddy yang memanggil dua Hermesian –Faizal Reza (Ikal) dan Artasya Sudirman– untuk mengajukan pertanyaan kepada peserta dengan hadiah buku Kugenggam Tangannya di Trans Jakarta karya Ikal dan Adriana: Labirin Cinta di Kilometer Nol karya Artasya Sudirman dan Fajar Nugros. Begitu banyak pengunjung kemudian berlomba mengangkat tangan mereka mencari perhatian Teddy untuk ditunjuk maju ke panggung. Begitu banyak pengunjung yang ternyata menginginkan dua buku tersebut. Sampai akhirnya terpilihlah dua orang yang berhasil menjawab pertanyaan dari Ikal dan Tasya.

 

Rahne Putri reading her own poem: Senyawa

Sesaat setelah games, Rahne Putri maju ke panggung untuk membacakan puisi karyanya sendiri yang juga dimuat di buku Empat Elemen ini. Diiringi dengan lantunan piano dari Endy, Rahne membacakan puisi bertajuk Senyawa tersebut dengan sangat syahdu. Seluruh peserta yang datang terdiam sejenak, dengan hikmat menyimak tampilan Rahne Putri tersebut. Musik di panggung utama Pejaten Village kembali membahana pada sesi ini, tapi tak kemudian membuat Rahne menghentikan penampilannya. Nothing is going to beat her performance at that time.

 

Blue Summer Music and Pia Zakiyah Singing Gravity

Setelah itu acara dilanjutkan dengan persembahan musik dari Blue Summer Music. Pia Zakiyah dan Endy Daniyanto membuka persembahan dengan menyanyikan lagu Gravity yang merupakan soundtrack dari Hermes Constellation. Menyusul kemudian Frans Bola mendendangkan lagu Something New yang merupakan salah satu lagu pada mini album Blue Summer Music. Ditutup kemudian dengan persembahan yang paling ditunggu, yaitu duet Artasya Sudirman dan Asyharul Fityan (Djawa) yang menyanyikan lagu Satu dalam Sejuta Hasta yang merupakan soundtrack dari Hermes Duets. Pada sesi terakhir itu, sebagian besar pengunjung juga ikut bernyanyi bersama Tasya dan Djawa. Di akhir hari, Endy pada update status twitter nya menyatakan bahwa ia akan membuat kompilasi lagu-lagu Hermesian tersebut menjadi sebuah mini album. Follow twitter Endy @endydaniyanto atau twitter kami @TheHermes untuk informasi selanjutnya.

 

All writers signing the book

Dengan berakhirnya persembahan dari Blue Summer tersebut, berakhir pula acara pada hari itu. Acara ditutup dengan sesi tanda tangan dari semua kontributor yang hadir. Tak berhenti kami mengucap syukur kepada Tuhan atas kelancaran acara hari itu. Tak lupa pula ucapan terimakasih yang tak terhingga untuk semua pihak yang bersedia mewujudkan acara ini hingga menjadi sebuah rangkaian yang sangat keren. Terimakasih untuk Helios Capital dan yayasan warna warni atas terwujudnya buku Empat Elemen. Terimakasih untuk Times Book Store, Penerbit Atria, dan Lingkar Pena Publishing House atas terwujudnya launching buku ini. Terimakasih untuk Teddy Andika, Mudim Em, Farida Susanty, Sam Darma, dan Daniel Praseyo atas terwujudnya acara yang seru. Terimakasih untuk semua teman-teman atas promosi pada social network masing-masing, terimakasih atas kehadiran dan live tweet ketika acara. Terimakasih untuk RKTI yang sudah meliput dan menyiarkan langsung jalannya acara pada hari itu. Terimakasih untuk semua undangan yang sudah bersedia meluangkan waktunya untuk hadir.

Tak lupa juga, terimakasih untuk Hermesian dan Blue Summer Music atas kerja keras selama ini hingga mimpi bersama kita bisa menjadi kenyataan. Jangan pernah berhenti bermimpi teman, karena Tuhan mendengarkan dan Tuhan mengabulkan.

Sampai jumpa pada proyek luar biasa selanjutnya🙂

 

Salam,

SA –The Hermes

Note: Empat Elemen masih bisa dipesan via online dengan mengisi form pada side bar sebelah kanan blog ini. Atau mengirim e mail pada hermesforcharity@gmail.com dengan subject: Pemesanan Empat Elemen, cantumkan nama, alamat lengkap, nomor telephone, dan jumlah pemesanan. Untuk teman-teman yang berdomisili di Jakarta bisa juga mendapatkannya di Times Book Store Pejaten Village. Bagi teman-teman di Yogyakarta bisa membelinya di Grin Cafe atau via Fiksimini Yogyakarta.

Comments
11 Responses to “Meluncurkan Mimpi Bersama: Empat Elemen”
  1. “Surely we gonna be part of something phenomenal” – Sitty Asiah

  2. zadika says:

    Lovely asiah. I wanna cry read this

    As_3d

  3. luckty says:

    *nangis 3 ember :’)

  4. dansapar says:

    tissue ..tissue…😉

  5. dhesha says:

    sy dah isi formnya..luar jakarta jg bs dikirimin kan???hhe!pengen banget..

Trackbacks
Check out what others are saying...
  1. […] For the complete coverage, view the full set here, and read the report by Sitty Asiah here. […]

  2. […] Note: Pada hari Sabtu, 26 Maret 2011 yang lalu kami mengadakan Launching Empat Elemen di Times Book Store Pejaten Village. Saya menuliskan reportasenya di sini. […]

  3. […] Hermes Charity Vol.2 yang kami dedikasikan untuk membantu korban Merapi jangka panjang (recovery). Diluncurkan pada Maret 2011, buku ini berujung pada bantuan di bidang pendidikan anak. Segmentasi ini kami tentukan sebagai […]



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: