[Hermes On Media] Selamat (terlalu) Pagi RPK fm

Catatan Sitty Asiah:

Beberapa waktu lalu, saat Endy melempar undangan wawancara di radio RPK ini, teman-teman Hermesian mendadak terdiam semua. Pasalnya jam yang diajukan agak ajaib. Mengingat selama ini detak kesibukan kota Jakarta biasanya mulai benar-benar hidup pada pukul 8 pagi, maka mendengar Endy mengatakan waktu siaran adalah pukul 7 pagi, kami semua mendadak ingin kembali menarik selimut masing-masing😀. Sempat tak ada yang berani menyatakan kesediaan untuk datang. Namun akhirnya Endy, Jia, dan saya memutuskan untuk bangun (lebih) pagi dan memenuhi undangan tersebut. Dan kami sangat bersyukur pada akhirnya datang ke sana.

Wawancara RPK 96.3 fm

Sempat terlambat 15 menit dari waktu yang ditentukan, belum lagi agak kebingungan menemukan kantor radio RPK di kawasan perkantoran itu, akhirnya kami bertemu dengan Jimmy, Jansen, Rhe dan Lina (yang memanggil kami dengan sebutan kakak :D). Siaran selama satu jam itu diisi dengan obrolan santai tentang The Hermes dan proyek-proyek yang telah kami publikasikan selama dua tahun ini. Kami sangat menikmati obrolan tersebut, meskipun saya sempat salah menyebutkan judul Hikayat Nusantara “Timun Mas” dengan sebutan “Timun Suri” ON AIR, aih memalukan😦 .

Di sela-sela siaran, Jansen sempat berkata bahwa ia sudah mendengar lagu Potret Sebuah Negeri -yang dinyanyikan Rahne– jauh sebelum ia tahu tentang The Hermes. Setelah siaran berakhir, saat kami melanjutkan obrolan di lobby kantor radio tersebut, Jansen melengkapi ceritanya. Saat itulah saya, Endy, dan Jia terpana. Jansen bercerita bahwa pada suatu masa yang lalu, ia sempat pergi dari Indonesia untuk melupakan kenangan buruk yang terjadi di negeri tempat kelahirannya ini dan berniat untuk tak kembali lagi. Ia hapus semua akun media sosial dan mengganti semua nomor kontak. Ia seolah ingin menghapus Indonesia dari hidupnya. Sampai seorang teman akhirnya menemukan cara untuk bisa meraihnya dan mengirim lagu Potret Sebuah Negeri padanya. Jansen akhirnya memutar lagu tersebut. Mengutip kalimat yang Jansen pakai,

“Itu yah, gue kayak dinyanyiin lagu bagimu negeri tapi dengan versi yang berbeda. Saat itu gue langsung mutusin, sudah waktunya gue pulang ke Indonesia”.

Dan di sanalah Jansen pagi tadi, duduk di depan kami semua dengan mengenakan kaos bergambarkan lambang burung garuda berukuran besar di bagian dada. Jia langsung saja memberitahukan hal ini pada Rahne dan seperti kami, dia merasa takjub mendengarnya.

Hal seperti inilah yang kemudian membuat kami merasa sangat terharu. Tak pernah menyangka bahwa karya yang kami hasilkan bisa begitu berarti bagi orang lain. Sangat senang mengetahui niat kami untuk terus berbagi karya dan menyampaikan pesan cinta bisa diterima dengan sangat baik. Terimakasih selalu kami haturkan kepada teman-teman semua yang sejak dua tahun yang lalu, sampai hari ini terus mendukung kami. Begitu sering kami mendapatkan apresiasi positif melalui kolom komentar pada blog ini, pada facebook atau twitter. Hal ini membuat kami semakin semangat memberikan yang terbaik untuk teman-teman sekalian.

Sekali lagi, terimakasih atas kebersamaannya selama ini. It means the world to us🙂

Dengan senyum,

Sitty Asiah

Comments
One Response to “[Hermes On Media] Selamat (terlalu) Pagi RPK fm”
  1. gwsukaoranye says:

    dan gw kenal Jansen tanpa tahu dia adalah penyiar… huahahaahhaa.. .hadoohh… gw gg denger kalian live.. kalo pas denger gw tahu ada Jansen apa gk lebih terkaget2 gw nyaa.. hiihihihihih… dan ceritanya dia ke LN dan ingin menghapus Indonesia pun gw gak tahu… hwaa… !!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: